12 Langkah muhammadiyah tahun 1938 – 1940
Muhammadiyah
dengan sungguh-sungguh melangsungkan langkahnya yang lebih luas dan
menetapkan jejaknya yang kokoh, dalam tahun 1938-1940, maka :
1. Memperdalam masuknya Iman
Hendaklah
Iman itu ditablighkan, disiarkan selebar-lebarnya, yakni diberi riwayat
dan diberi dalil buktinya, dipengaruhkan dan digembirakan, sampai iman
itu medarah daging, masuk ditulang sumsum dan mendalam dan mendalam
dihati sanubari kita, sekutu-sekutu Muhammadiyah seumumnya.
2. Memperluas Faham Agama
Hendaklah
faham agama yang sesungguhnya itu dibentangkan dengan arti yang
seluas-luasnya, boleh diujikan dan diperbandingkan, sehingga kita
sekutu-sekutu Muhammadiyah mengerti perluasan Agama Islam, itulah yang
paling benar, ringan, dan berguna, maka mendahulukanlah pekerjaan
keagamaan itu.
3. Memperbuahkan Budi Pekerti
Hendaklah
diterangkan dengan jelas tentang akhlaq yang terpuji dan akhlq yang
tercela serta diperbahaskannya tentang memakainya akhlaq yang mahmudah
dan menjauhkannya akhlaq yang madzmumah itu, sehinga menjadi amalan
kita, ya seorang sekutu Muhammadiyah, kita berbudi pekerti yang baik
lagi berjasa.
4. Menuntun Amal Intiqad
Hendaklah
senantiasa melakukan perbaikan diri kita sendiri (self corrective),
segala usaha dan pekerjaan kita, kecuali diperbesarkan, supaya
diperbaikilah juga. Buah penyelidikan perbaikan itu dimusyarawahkan
ditempat yang tentu, dengan dasar mendatangkan maslahat dan menjauhkan
mudharat, sedang yang kedua ini didahulukan dari yang pertama.
5. Menguatkan Persatuan
Hendaklah
menjadi tujuan kita juga, akan menguatkan persatuan organisasi da
mengokohkan pergaulan persaudaraan kita serta mempersamakan hak-hak dan
memerdekakan lahirnya pikiran-pikiran kita.
6. Menegakkan Keadilan
Hendaklah
keadilan itu dijalankan semestinya, walaupun akan mengenai badan
sendiri dan ketetapan yang sudah seadil-adilnya itu dibela dan
dipertahankan di mana juga.
7. Melakukan kebijaksanaan
Dalam
gerak kita tidaklah melupakan hikmah, hikmah mana hendaklah disendikan
kepada kitabullah dan sunnaturrasulillah. Kebijaksanaan yang menyalahi
kedua pegangan kita itu, mestilah kita buang, karena itu bukan
kebijaksanaan yang sesungguhnya.
Dalam
pada itu, dengan tidak mengurangi segala gerakan ke-Muhammadiyahan,
maka pada tahun 1938 – 1940 H.B. Muhammadiyah mengemukakan pekerjaan
akan :
8. Menguatkan Majelis Tanwir
Sebab
majelis ini nyata-nyata berpengaruh besar dalam kalangan kita
muhammadiyah dan sudah menjadi tangan knan yang bertenaga di sisi
Hoofdbestuur(PP) Muhammadiyah, maka sewajibnyalah kita perteguhkan
dengan diatur yang sebaik-baiknya.
9. Mengadakan Konferensi Bagian
Untuk
mengadakan garis yang tentu dalam langkah-langkah bagian kita, maka
hendaklah kita berikhtiar menagadakan “konferensi Bagian”, misalnya :
konferensi bagian penyiaran agama seluruh Indonesia dan lain sebagainya.
10. Mempermusyarawahkan Putusan
Agar
dapat keringanan dan kemudahan dalam pekerjaan, maka hendaklah setiap
keputusan yang mengenai kepala majelis ( bagian ), hendaklah
dimusyawarahkan dengan yang bersangkutan itu lebih dahulu, sehingga
dapatlah mentanfidzkan dengan cara menghasilkan dengan segera.
11. Mengawaskan gerakan jalan
Pemandangan
kita hendaklah kita tajamkan akan mengawasi gerak kita yang ada di
dalam Muhammadiyah, yang sudah lalu, yang masih langsung dan yang
bertambah (yang akan dating/berkembang).
12. Mempersambungkan Gerakan Luar

Tidak ada komentar:
Posting Komentar